Pelayanan seringkali
kita dahulukan dibandingkan dengan "urusan lain" dalam kehidupan
kita. Dan seringkali juga "urusan lain" tersebut menjadi kelabakan
akibat kita terlalu banyak mengambil pelayanan.
Sesungguhnya, apa yang
kita cari dalam pelayanan kita? Hanya sekedar untuk eksis di lingkungan gereja?
Supaya kita terlihat lebih "rohani" daripada yg lain? Ataukah murni
demi kepentingan Tuhan?
Tuhan tidak pernah
menuntut kita untuk selalu mengedepankan pelayanan, maaf bukannya saya menyuruh
saudara-saudara untuk tidak berpelayanan, tapi tolong lihat juga kepentingan
kita yang lain.
Studi misalnya, apakah
kita pernah bertanya dalam hati kita demikian, apakah Tuhan akan senang dengan
pelayanan kita yang begitu banyak, namun studi kita terbengkalai? Atau mungkin
kita hanya memiliki pemikiran bahwa Tuhan adalah yang harus selalu dilayani?
Kita harus selalu melayani di gereja, dan jika tidak ada kita, (mungkin) acara
gereja atau kepanitiaan akan berantakan?
Saudara, jangan sampai
ada pemikiran "Tuhan yang membutuhkan kita."
Tanpa pelayanan kita,
sesungguhnya Tuhan sudah mahakuasa! Pelayanan adalah rasa ucap syukur kita
untuk setiap berkat yang diberikan Tuhan.
Sesungguhnya, apa sih
yang membuat kita memiliki persepsi bahwa studi, pekerjaan adalah kegiatan
duniawi, dan kegiatan gereja adalah kegiatan rohani?
Menurut saya, setiap
aksi yang kita lakukan, jika itu kita lakukan dengan tujuan memuliakan nama
Tuhan, itu adalah kegiatan rohani, dan bentuk pelayanan kita terhadap Tuhan.
Entah itu melalui studi, pekerjaan, kegiatan gereja, atau yang lain. Selama
kita bisa menunjukkan Kristus dalam setiap perbuatan, perkataan dan pikiran
kita, itulah sesungguhnya pelayanan yang sejati.
Tuhan tidak ingin kita
seperti Marta, yang selalu sibuk mempersiapkan segala sesuatu namun tidak
mendapatkan bagian dalam mendengarkan firman Tuhan. Namun Tuhan juga tidak mau
ketika kita selalu menjadi pendengar (dan mungkin malah terlalu setia menjadi
pendengar) tetapi tidak melakukan aksi apapun sebagai rasa ucap syukur kita
kepada Tuhan.
Mari melakukan
pelayanan untuk kemuliaan nama Tuhan, jangan sampai kehidupan kita yang lain berantakan
karena kebutaan kita dalam memahami arti sesungguhnya dari PELAYANAN tersebut.
Semoga bisa menjadi perenungan kita.
Tuhan Yesus
memberkati.
Amin.
Tulisan ini adalah rangkuman dari obrolan saya dengan Bapak Pdt. Sundoyo, Mbak Karunianingtyas, dan Gideon Kristi Wiyono di waktu dan tempat yang berbeda.

Komentar
Posting Komentar