Suatu hari, ada macan yg marah karena kelaparan. Yang
membuat dia marah adalah hewan di hutan habis, karena dieksploitasi dan dimakan
manusia..
Karena saking laparnya, dia berniat mendatangi
kampung terdekat untuk memakan warga. Tapi di perbatasan hutan, ia dihadang
malaikat,
Malaikat : "Mas macan mau ke mana?"
Macan :
"Aku mau ke kampung terdekat, mau memakan warganya."
Malaikat : "Lho
bukankah di hutan ada makanan?"
Macan :
"Habis, karena keserakahan manusia, sekarang mending aku makan saja
manusia-manusia itu."
Malaikat :
"Wah jangan.. Warga di kampung itu Kristen
semua, anak Tuhan semua."
Macan :
"Ah tapi saya sudah lapar sekali nih!!"
Malaikat :
"Oke, tapi yang Kristen jangan dimakan ya."
Macan :
"Oke, deal ya mas malaikat."
Lalu mulailah macan jalan ke kampung tersebut. Terlihat sebuah
rumah yang mejanya penuh dgn makanan jamuan..
Macan : "Wah ada santapan, tapi,
kok diem semua? Kok umik2 komat kamit? Oh... Mereka berdoa sebelum makan, berarti ini ORANG KRISTEN, wah ga jadi makan."
Lalu dengan menahan lapar, macan itu muter lagi.
Agak sore dia melihat anak kecil jalan-jalan.
Macan :
"Wah makanan datang, eh tapi kok nggandeng simbah-simbah, oh dia ngantar sampai pulang, anak baik begini pasti
ANAK TUHAN."
Dengan sedikit kecewa macan itu pergi menjauh. Tengah
malam, ada pemuda berjalan sempoyongan. Senyum-senyum sendiri sambil bawa rokok
dan botol. Macan tersebut langsung menerkam, karena dia berpikir bahwa pemuda
ini bukan Kristen.
Dimakan
kakinya, kraus..
krausss....
Perutnya.. krauss.. krausss....
Perutnya.. krauss.. krausss....
Tangannya, krauuss... krausss...
Tapi begitu
sampai mulutnya, pemuda itu berteriak, "Gusti
Yesus!!"
Macan kaget, langsung lari kembali ke hutan karena
ketakutan. Tapi dalam perjalanan ia dihadang
malaikat, katanya,
Malaikat :
"Mas macan, kan aku sudah bilang, jangan makan orang Kristen, kenapa kok pemuda tadi dimakan?"
Macan :
"Ya maaf mas malaikat, tapi ini juga bukan sepenuhnya kesalahanku. Setauku orang Kristen itu mencerminkan Yesus,
berdoa, menolong sesama, nah yang tadi ini, mabuk-mabukan, sempoyongan,
bawa rokok, ya aku pikir bukan Kristen. Waktu aku makan pun diam saja, siapa
sangka waktu di mulut dia teriak Gusti
Yesus, sama saja to, yang Kristen cuma di mulutnya.. Jadi ya aku makan..."
Peristiwa tersebut mencerminkan identitas kita
sebagai umat Kristen. Jadi Kristen jangan hanya di mulut saja, tapi di
perkataan, pikiran dan perbuatan.
Salam damai, Tuhan
memberkati..
Diambil dari kotbah Ibadah
Minggu 28 April 2013, di GKJ Brayat Kinasih,
oleh Bapak Pdt. Wiji Santosa,
S.Th., M.Min.

Komentar
Posting Komentar