Langsung ke konten utama

KRISTEN DI MULUT AJA

                Suatu hari, ada macan yg marah karena kelaparan. Yang membuat dia marah adalah hewan di hutan habis, karena dieksploitasi dan dimakan manusia..



                Karena saking laparnya, dia berniat mendatangi kampung terdekat untuk memakan warga. Tapi di perbatasan hutan, ia dihadang malaikat, 

Malaikat                : "Mas macan mau ke mana?"
Macan                    : "Aku mau ke kampung terdekat, mau memakan warganya."
Malaikat                : "Lho bukankah di hutan ada makanan?"
Macan                    : "Habis, karena keserakahan manusia, sekarang mending aku makan saja manusia-manusia itu."
Malaikat                : "Wah jangan.. Warga di kampung itu Kristen semua, anak Tuhan semua."
Macan                    : "Ah tapi saya sudah lapar sekali nih!!"
Malaikat                : "Oke, tapi yang Kristen jangan dimakan ya."
Macan                    : "Oke, deal ya mas malaikat."


Lalu mulailah macan jalan ke kampung tersebut. Terlihat sebuah rumah yang mejanya penuh dgn makanan jamuan..
Macan                 : "Wah ada santapan, tapi, kok diem semua? Kok umik2 komat kamit? Oh... Mereka berdoa sebelum makan, berarti ini ORANG KRISTEN, wah ga jadi makan."

Lalu dengan menahan lapar, macan itu muter lagi. Agak sore dia melihat anak kecil jalan-jalan.
Macan                  : "Wah makanan datang, eh tapi kok nggandeng simbah-simbah, oh dia ngantar sampai pulang, anak baik begini pasti ANAK TUHAN."

Dengan sedikit kecewa macan itu pergi menjauh. Tengah malam, ada pemuda berjalan sempoyongan. Senyum-senyum sendiri sambil bawa rokok dan botol. Macan tersebut langsung menerkam, karena dia berpikir bahwa pemuda ini bukan Kristen.
Dimakan kakinya,  kraus.. krausss....
Perutnya.. krauss.. krausss....

Tangannya, krauuss... krausss...
Tapi begitu sampai mulutnya, pemuda itu berteriak, "Gusti Yesus!!"

Macan kaget, langsung lari kembali ke hutan karena ketakutan. Tapi dalam perjalanan ia dihadang malaikat, katanya,
Malaikat        : "Mas macan, kan aku sudah bilang, jangan makan orang Kristen, kenapa kok pemuda tadi dimakan?"
Macan             : "Ya maaf mas malaikat, tapi ini juga bukan sepenuhnya kesalahanku. Setauku orang Kristen itu mencerminkan Yesus, berdoa, menolong sesama, nah yang tadi ini, mabuk-mabukan, sempoyongan, bawa rokok, ya aku pikir bukan Kristen. Waktu aku makan pun diam saja, siapa sangka waktu di mulut dia teriak Gusti Yesus, sama saja to, yang Kristen cuma di mulutnya.. Jadi ya aku makan..."

                Peristiwa tersebut mencerminkan identitas kita sebagai umat Kristen. Jadi Kristen jangan hanya di mulut saja, tapi di perkataan, pikiran dan perbuatan.


Salam damai, Tuhan memberkati..

Diambil dari kotbah Ibadah Minggu 28 April 2013, di GKJ Brayat Kinasih,
oleh Bapak Pdt. Wiji Santosa, S.Th., M.Min.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERCAYA TANPA MELIHAT

Alkisah seorang rasul bernama Tomas, dia tidak percaya bahwa Rabi-Nya, Yesus Kristus, telah bangkit dari antara orang mati. Kenapa sih kok Tomas bisa tidak percaya? Sebenarnya bukan tidak percaya, lebih tepatnya dia minta pembuktian supaya dia menjadi percaya. Kenapa dia seperti itu? Tomas, sebelum mengikut Kristus, dia adalah seorang nelayan. Tapi, berbeda dengan Petrus, Yohanes dan Andreas yang memiliki kapal sendiri, Tomas hanyalah seorang “buruh nelayan” yang menggunakan kapal orang lain untuk mencari ikan. Statusnya sebagai buruh ini kemungkinan besar mempengaruhi sikapnya yaitu tidak berani mengambil resiko. Sikapnya ini ternyata secara otomatis juga muncul ketika Kristus bangkit dan pada saat itu Dia belum menampakkan diri pada Tomas, sehingga dia tidak percaya dan muncullah kata-kata “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya...

PERSEMBAHAN YANG HIDUP

Tentu kita tidak asiing dengan ayat yang tertera pada Roma 12:1-3 bukan? (1) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. (2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (3) Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Tapi pernahkah kita merenungkan, apa maksud Tuhan, atau mengapa Tuhan menghendaki kita untuk mempersembahkan tubuh kita? Tuhan menginginkan...