Kalimat ini tentu tak asing di telinga kita, pelangi yg akan diberikan Tuhan setelah badai/hujan yg menimpa kehidupan kia. Tapi pernahkah kita berpikir, kenapa yg digunakan untuk lambang berkat adalah "pelangi" ?
Ada beberapa alasan untuk hal tsb, yg pertama adalah pelangi itu indah, jadi pelangi yg indah untuk melambangkan berkat Tuhan yg begitu indah. Yg ke dua, karena pelangi dinikmati oleh orang lain, alasannya ketika kita berhasil melewati hujan dan mendapatkan pelangi, maka orang lain pun juga melihat, bahwa kita di dalam Kristus dapat menyelesaikan hujan kita dan mendapatkan janji dari Kristus yg indah, jadi secara otomatis Tuhan memakai kita untuk menjadi berkat bagi orang lain. Yg ke tiga karena pelangi itu fana, fana itu tidak nyata atau tidak kelihatan. "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." -2 Kor 4:18-
Saudaraku, perlu diingat bahwa pelangi hanya ada jika memenuhi 2 kondisi (secara ilmiah) pertama adalah harus setelah hujan, yg ke dua harus ada matahari setelah hujan. Pelangi itu terjadi setelah hujan, tetapi setelah hujan belum tentu ada pelangi. Sehingga jangan sampai kita "mengejar pelangi" karena bukan pelanginya yg seharusnya kita kejar tetapi "kekekalan" dari pelangi tersebut yg seharusnya kita kejar. Hal ini dapat kita lihat dan terdapat contohnya dalam Ibrani 12:2-11,
(2) Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
(3) Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
(4) Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
(5) Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;
(6) karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
(7) Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
(8) Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
(9) Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?
(10) Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
(11) Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
Sudahkah kita setia dalam "hujan" (baca:perkara) dan setia menantikan "pelangi" (baca:kesempurnaan) kita? Krena sesungguhnya "pelangi" hanyalah sebuah pancaran/refleksi untuk orang lain, akan tetapi yg lebih penting adalah dampaknya di dalam kehidupan kita untuk orang lain.Setia di dalam perkara, setia memikul salib, seperti Kristus setia menghadapi apa yang sudah direncanakan oleh Bapanya, begitu pula seharusnya kita sebagai "anak"
Mari kita baca firman Tuhan yg terdapat dalam Ibrani 11:36-40
(36) Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.
(37) Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.
(38) Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.
(39) Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.
(40) Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.
Bukan keindahan dunia yg seharusnya kita kejar, akan tetapi rencana dari Tuhan itu sendiri yg nantinya kekal untuk kita.
Tuhan Yesus memberkati.
Amin.


Komentar
Posting Komentar