Langsung ke konten utama

PERTOLONGAN...

Ada 2 orang pemuda yang bersahabat dekat. Sebut saja namanya Ruben dan Niko.
Suatu hari Niko bilang sama Ruben kalau dia naksir sama putri raja kerajaan seberang, yang cantik dan baik hati.

Namun dia tidak punya cukup uang untuk melamar sang putri. Oleh karena itu, Niko minta bantuan si Ruben untuk meminjaminya sejumlah uang untuk melamar sang putri.
Saat itu, Ruben belum punya cukup uang namun dia punya suatu jaminan yaitu barang-barang dagangannya yang masih di tengah lautan alias di kapal dan sedang dalam perjalanan menuju kotanya.

Namun karena Niko harus cepat-cepat melamar sang putri, maka Ruben memilih membantu sahabatnya itu dengan meminjami sejumlah uang, yang dia pinjam dari rentenir.
Padahal rentenir itu adalah musushnya dalam bisnis. Rentenir itu memberi pinjaman dengan sebuah perjanjian resmi yang isinya,
“Jika Ruben tidak bisa membayar tepat waktu maka Rentenir boleh mengambil daging Ruben sebanyak 1 kilo.”
Dan Ruben pun menyetujuinya, ditandatangani di atas materai. Karena dia sangat ingin menolong sahabatnya. Akhirnya Niko bergegas melamar sang putri dan dia pun berjanji akan segera mengembalikan uang pinjaman itu.

Lalu menikahlah Niko dengan si putri raja itu. Sedangkan Ruben, di kampung halaman mereka, dia sedang pusing karena barang dagangannya yang di kapal tidak bisa datang karena kapalnya mengalami kecelakaan di tengah laut dan tenggelam.

Semua barang dagangannya tenggelam dan dia rugi sangat besar. Sampai pada jatuh tempo pembayaran hutang, Ruben belum bisa membayar, dan kasus itu pun dibawa ke pengadilan setempat.

Pengadilan berlangsung sangat lama dan panjang, bahkan sampai diberitakan ke media massa. Lewat media massa tersebut, kabar Ruben tersampaikan kepada Niko. Niko ingin sekali membantu sahabatnya, lalu dia bilang dengan istrinya,
“Bolehkah aku meminjam sejumlah uang untuk melunasi hutang temanku?”
Sambil dia bercerita tentang bagaimana dia bisa melamar istrinya dulu dengan uang pinjaman itu.

Akhirnya istrinya pun memberikan uang pada Niko, bahkan 3 kali lipat banyaknya. Lalu bergegaslah Niko menuju pengadilan untuk menolong Ruben. Namun ternyata, istrinya membuntuti Niko dari belakang sambil mengawasinya.

Sampai di pengadilan, rentenir tidak mau mencabut perjanjian tersebut walaupun dibayar 3 kali lipat sekalipun.
“Perjanjian tetap perjanjian! Aku akan mengambil dagingmu 1 kilo!!”
begitulah kata rentenir itu.
Niko dan Ruben langsung bingung dan panik, namun ternyata istri Niko yang sudah mengikuti dari belakang, menyamar menjadi sebuah pengacara yang membela Ruben. Namun sesuatu yang diluar dugaan mereka terjadi...
“Saya menyetujui perjanjian ini!”
Begitulah kata istri Niko. mendengar pernyataan tersebut, Ruben dan Niko bingung dan marah
“Pembelaan macam apa ini? Kenapa malah memojokkan kami??”
Namun setelah itu, istri Niko meluncurkan pembelaan yang luar biasa,
“Saya setuju dengan perjanjian ini, silakan anda mengambil daging Ruben. Tetapi TIDAK BOLEH ada darah yang keluar, karena di perjanjian ini tidak tertulis demikian, bagaimana pak Hakim?”
Dan pak hakim pun menyetujui kata-kata istrinya Niko,
“Baik, sudah diputuskan, silakan anda mengambil dagingn Ruben sebanyak 1 kilo, tapi TIDAK BOLEH ada satu tetes pun darah yang keluar!”
Akhirnya Ruben dan Niko selamat dari pengadilan tersebut, dan Ruben tinggal dengan Niko di istana.

Begitu indah pertolongan istri Niko yang tepat waktu dan luar biasa, bagitu juga Tuhan kita, tak ada rencana kecelakaan yang direncanakan-Nya. Pertolongan-Nya selalu tepat dan indah pada waktu-Nya. Jangan berhenti berharap pada pertolongan Tuhan. Do the best, 'n GOD will do the rest..



Gusti mberkahi kita sedaya. Amin.

(sumber dari cerita ini adalah kotbah dari Pdt. Sundoyo, S.Si., MBA. namun saya lupa kapan kotbahnya)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERCAYA TANPA MELIHAT

Alkisah seorang rasul bernama Tomas, dia tidak percaya bahwa Rabi-Nya, Yesus Kristus, telah bangkit dari antara orang mati. Kenapa sih kok Tomas bisa tidak percaya? Sebenarnya bukan tidak percaya, lebih tepatnya dia minta pembuktian supaya dia menjadi percaya. Kenapa dia seperti itu? Tomas, sebelum mengikut Kristus, dia adalah seorang nelayan. Tapi, berbeda dengan Petrus, Yohanes dan Andreas yang memiliki kapal sendiri, Tomas hanyalah seorang “buruh nelayan” yang menggunakan kapal orang lain untuk mencari ikan. Statusnya sebagai buruh ini kemungkinan besar mempengaruhi sikapnya yaitu tidak berani mengambil resiko. Sikapnya ini ternyata secara otomatis juga muncul ketika Kristus bangkit dan pada saat itu Dia belum menampakkan diri pada Tomas, sehingga dia tidak percaya dan muncullah kata-kata “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya...

KRISTEN DI MULUT AJA

                Suatu hari, ada macan yg marah karena kelaparan. Yang membuat dia marah adalah hewan di hutan habis, karena dieksploitasi dan dimakan manusia..                 Karena saking laparnya, dia berniat mendatangi kampung terdekat untuk memakan warga. Tapi di perbatasan hutan, ia dihadang malaikat,   Malaikat                : "Mas macan mau ke mana?" Macan                    : "Aku mau ke kampung terdekat, mau memakan warganya." Malaikat                : "Lho bukankah di hutan ada makanan?" Macan                    : "Habis, karena keserakahan manu...

PERSEMBAHAN YANG HIDUP

Tentu kita tidak asiing dengan ayat yang tertera pada Roma 12:1-3 bukan? (1) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. (2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (3) Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Tapi pernahkah kita merenungkan, apa maksud Tuhan, atau mengapa Tuhan menghendaki kita untuk mempersembahkan tubuh kita? Tuhan menginginkan...