Langsung ke konten utama

PERCAYA TANPA MELIHAT

Alkisah seorang rasul bernama Tomas, dia tidak percaya bahwa Rabi-Nya, Yesus Kristus, telah bangkit dari antara orang mati. Kenapa sih kok Tomas bisa tidak percaya? Sebenarnya bukan tidak percaya, lebih tepatnya dia minta pembuktian supaya dia menjadi percaya. Kenapa dia seperti itu?

Tomas, sebelum mengikut Kristus, dia adalah seorang nelayan. Tapi, berbeda dengan Petrus, Yohanes dan Andreas yang memiliki kapal sendiri, Tomas hanyalah seorang “buruh nelayan” yang menggunakan kapal orang lain untuk mencari ikan. Statusnya sebagai buruh ini kemungkinan besar mempengaruhi sikapnya yaitu tidak berani mengambil resiko. Sikapnya ini ternyata secara otomatis juga muncul ketika Kristus bangkit dan pada saat itu Dia belum menampakkan diri pada Tomas, sehingga dia tidak percaya dan muncullah kata-kata
“Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
-Yohanes 20:25-

Namun Yesus ternyata memenuhi harapan Tomas, Dia datang menemui Tomas dan mempersilakan untuk mencucukkan jarinya ke bekas paku di tangan-Nya dan bekas tikam di lambung-Nya, sehingga Tomas pun menjadi percaya. Dan Yesus juga bersabda setelahnya demikian,
Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
-Yohanes 20:29-
Yesus memenuhi harapan Tomas supaya dia menjadi percaya dengan kebangkitan.

Sebenarnya, nama Tomas itu sama artinya dengan kembar (twin), dia memang pribadi yang skeptis, meminta banyak hal dan selalu meminta bukti, jika tidak terbukti maka dia tidak akan percaya karena dia adalah pribadi yang tidak berani mengambil resiko.

Lalu, apakah kita sebenarnya sama seperti Tomas? Percayakah kita pada kebangkitan Kristus? Apakah Kristus perlu melakukan hal yang sama dengan yang Ia lakukan pada Tomas untuk kita? Dan jika memang Dia mengabulkan hal tersebut, bisakah kita menerima tanggung jawabnya, karena sesungguhnya Tomas menerima tanggung jawab dan resiko yang besar atas tindakannya itu.

Alkisah, setelah kenaikan Yesus ke surga, pada rasul memberitakan Injil ke seluruh dunia. Begitu juga Tomas, ia mengabarkan Injil ke tanah India. Tahukah anda bagaimana Tomas mati di sana? Tomas mati sama dengan yang ia minta kepada Yesus yaitu ditikam di perutnya dan tertusuk sampai ke lambungnya.
“Ketika kita meminta sesuatu kepada Tuhan, sudah pasti ada tanggung jawab yang Tuhan sertakan di dalamnya. Bersediakah kita menerima tanggung jawab itu?”
-Sundoyo, 23 April 2017-
Akhir kata saya akan tutup tulisan ini dengan kutipan dari perkataan Yesus,
Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
-Yohanes 11:25-

            Bisakah kita mempercayai sesuatu (karya Tuhan) tanpa kita harus melihatnya sendiri? Apakah kita harus menjadi seperti Tomas, yang meminta bukti terlebih dahulu untuk menjadi percaya? Ataukah jangan-jangan kita mengaku percaya namun di dalam hati kita meragukan-Nya? Karena setiap hal yang kita minta kepada-Nya dan diberikan-Nya pada kita, pasti disertai dengan tanggung jawab yang harus kita lakukan juga untuk kemuliaan nama-Nya.

Salam damai. Tuhan memberkati.

-baguspanglipur-


(tulisan ini terinspirasi dari kotbah Bapak Pdt. Sundoyo, S.Si., MBA. pada hari Minggu tanggal 23 April 2017 di Kebaktian Ekspresif GKJ Brayat Kinasih)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KRISTEN DI MULUT AJA

                Suatu hari, ada macan yg marah karena kelaparan. Yang membuat dia marah adalah hewan di hutan habis, karena dieksploitasi dan dimakan manusia..                 Karena saking laparnya, dia berniat mendatangi kampung terdekat untuk memakan warga. Tapi di perbatasan hutan, ia dihadang malaikat,   Malaikat                : "Mas macan mau ke mana?" Macan                    : "Aku mau ke kampung terdekat, mau memakan warganya." Malaikat                : "Lho bukankah di hutan ada makanan?" Macan                    : "Habis, karena keserakahan manu...

PERSEMBAHAN YANG HIDUP

Tentu kita tidak asiing dengan ayat yang tertera pada Roma 12:1-3 bukan? (1) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. (2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (3) Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Tapi pernahkah kita merenungkan, apa maksud Tuhan, atau mengapa Tuhan menghendaki kita untuk mempersembahkan tubuh kita? Tuhan menginginkan...